Home

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaykum warokhmatullohi wabarokatuh

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai bagian dari ilmu pengetahuan dan teknologi secara umum adalah semua teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan dan penyebaran informasi.

Perkembangan teknologi yang demikian pesat memudahkan untuk mendapatkan informasi yang kita dapatkan dari mana saja, kapan saja dan siapa saja. Teknologi membawa dampak positif pada berbagai bidang seperti pada bidang pendidikan dimana kendala dalam mendapatkan ilmu dapat dikurangi dengan adanya internet.

Perkembangan bidang telekomunikasi saat ini memungkinkan semua bidang kehidupan manusia dapat semakin ringan dikerjakan dengan bantuan komputer. Demikian halnya dengan pengelolaan informasi di sebuah sekolah yang dapat diakses darimana saja hanya dengan menggunakan internet.

Motto :

  • “Carilah ilmu sampai ke Negeri China”
  • “Sampaikan dakwah walau satu ayat”

Wassalamu’alaykum warokhmatullohi wabarokatuh

Sejarah Bluetooth

Asal nama bluetooth dan lambangnya

Nama “bluetooth” berasal dari nama raja di akhir abad sepuluh, Harald Blatand yang di Inggris juga btdijuluki Harald Bluetooth kemungkinan karena memang giginya berwarna gelap. Ia adalah raja Denmark yang telah berhasil menyatukan suku-suku yang sebelumnya berperang, termasuk suku dari wilayah yang sekarang bernama Norwegia dan Swedia. Bahkan wilayah Scania di Swedia, tempat teknologi bluetooth ini ditemukan juga termasuk daerah kekuasaannya. Kemampuan raja itu sebagai pemersatu juga mirip dengan teknologi bluetooth sekarang yang bisa menghubungkan berbagai peralatan seperti komputer personal dan telepon genggam.

Sedangkan logo bluetooth berasal dari penyatuan dua huruf Jerman yang analog dengan huruf H dan B (singkatan dari Harald Bluetooth), yaitu (Hagall) dan (Berkanan) yang kemudian digabungkan.

Sejarah

Awal mula dari Bluetooth adalah sebagai teknologi komunikasi wireless (tanpa kabel) yang beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific and Medical) dengan menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas (sekitar 10 meter). Bluetooth berupa card yang menggunakan frekuensi radio standar IEEE 802.11 dengan jarak layanan yang terbatas dan kemampuan data transfer lebih rendah dari card untuk Wireless Local Area Network (WLAN).

Pembentukan Bluetooth dipromotori oleh 5 perusahaan besar Ericsson, IBM, Intel, Nokia dan Toshiba membentuk sebuah Special Interest Group (SIG) yang meluncurkan proyek ini. Pada bulan Juli 1999 dokumen spesifikasi bluetooth versi 1.0 mulai diluncurkan. Pada bulan Desember 1999 dimulai lagi pembuatan dokumen spesifikasi bluetooth versi 2.0 dengan tambahan 4 promotor baru yaitu 3Com, Lucent Technologies, Microsoft dan Motorola. Saat ini, lebih dari 1800 perusahaan di berbagai bidang bergabung dalam sebuah konsorsium sebagai adopter teknologi bluetooth. Walaupun standar Bluetooth SIG saat ini ‘dimiliki’ oleh grup promotor tetapi ia diharapkan akan menjadi sebuah standar IEEE (802.15)

Dibawah ini merupakan kelebihan dan kekeurangan jika kita mengunakan bluetooth

Kelebihan:

  • Bluetooth dapat menembus dinding, kotak, dan berbagai rintangan lain walaupun jarak transmisinya hanya sekitar 30 kaki atau 10 meter
  • Bluetooth tidak memerlukan kabel ataupun kawat
  • Bluetooth dapat mensinkronisasi database dari handphone ke komputer
  • Dapat digunakan sebagai perantara modem
  • Di Indonesia, perkembangan bluetooth mengacu pada negara-negara maju dan sudah banyak sekali perangkat yang dilengkapi dengan sistem bluetooth sehingga memudahkan berbagai proses transfer data

Kekurangan:

  • Sistem ini menggunakan frekuensi yang sama dengan gelombang LAN standar
  • Apabila dalam suatu ruangan terlalu banyak koneksi Bluetooth yang digunakan, akan menyulitkan pengguna untuk menemukan penerima yang diharapkan
  • Sistem ini menggunakan frekuensi yang sama dengan gelombang LAN standar
  • Apabila dalam suatu ruangan terlalu banyak koneksi Bluetooth yang digunakan, akan menyulitkan pengguna untuk menemukan penerima yang diharapkan
  • Banyak mekanisme keamanan Bluetooth yang harus diperhatikan untuk mencegah kegagalan pengiriman atau penerimaan informasi.
  • Di Indonesia, sudah banyak beredar virus-virus yang disebarkan melalui bluetooth dari handphone.

Sutrah (Pembatas dalam Sholat)

Sebagaimana dimaklumi bersama, shalat merupakan amal ibadah yang sangat agung dan mulia. Betapa tidak, Alloh dan RasulNya selalu menyebutnya, memuji orang-orang yang menegakkannya dan mengancam keras orang-orang yang melalaikannya, lebih-lebih meninggalkannya. Terlalu panjang masalah ini uraiannya! Setiap muslim dan muslimah pasti mendambakan agar shalatnya diterima oleh Alloh. Namun bagaimanakah caranya agar amal ibadah ini diterima olehNya, berpahala, dan tak sia-sia belaka?! Sebagaimana lazimnya seluruh ibadah, shalat seorang hamba sia-sia kecuali memenuhi dua syarat:

Pertama: Ikhlas.[1] Seorang harus benar-benar memurnikan niatnya hanya untuk Alloh, bukan karena pamrih kepada manusia, bangga terhadap dirinya, atau penyakit hati lainnya. Syarat ini, sekalipun memang berat—bahkan lebih sulit dari syarat kedua—tetapi barangsiapa yang berusaha dan bersungguh-sungguh, niscaya akan dimudahkan oleh Alloh.

Kedua: Al-Ittiba’. Seorang harus berupaya untuk mencontoh tata cara shalat yang telah dituntunkan oleh Nabi yang mulia. Hal ini sebagaimana tertera dalam hadits:

صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُوْنِي أُصَلِّيْ

Shalatlah sebagaimana kalian melihatku shalat. (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad)

Konsekuensi syarat kedua ini adalah ilmu. Sebab bagaimana mungkin kita akan dapat shalat sesuai tuntunan Nabi padahal kita tidak mengilmuinya?! Di antara petunjuk Nabi dalam shalat adalah “sutrah”. Mengingat begitu pentingnya masalah ini dan terabaikannya sunnah ini di lapisan mayoritas masyarakat kita sekarang, maka penulis terdorong untuk membahasnya, sekalipun secara ringkas.

Definisi Sutrah[2]
Sutrah adalah sesuatu yang dijadikan oleh seorang yang shalat di depannya sebagai pembatas antaranya dengan orang yang lewat di depannya.

Perintah Bersutrah
Ketahuilah wahai saudaraku yang mulia—semoga Alloh menambahkan ilmu bagimu—bahwasanya Nabi selalu menjadikan sutrah dalam shalatnya, baik ketika safar ataupun tidak, di bangunan atau tanah lapang, di masjid, di rumah, dan sebagainya. Beliau terkadang bersutrah dengan tembok, tiang, ranjang, pelepah kurma, dan sebagainya. Tak hanya itu, Nabi juga memerintahkan secara lisan sebagaimana tertera dalam banyak hadits, di antaranya:

عَنِ ابْنِ عُمَرَقَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ: لاَ تُصَلِّ إِلاَّ إِلىَ سُتْرَةٍ وَلاَ تَدَعْ أَحَدًا يَمُرُّ بَيْنَ يَدَيْكَ، فَإِنْ أَبىَ فَلْتُقَاتِلْهُ فَإِنَّ مَعَهُ الْقَرِيْنَ

Dari Ibnu Umar berkata: Rasulullah bersabda, “Janganlah engkau shalat kecuali menghadap sutrah dan janganlah engkau biarkan seorangpun lewat di depanmu. Apabila dia enggan, maka perangilah[3] karena sesungguhnya bersamanya ada qarin (setan).”(Muslim 260) Baca lebih lanjut

PENDATAAN SARPRAS DAN ASET

PENDATAAN SARPRAS DAN ASET
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN PEKALONGAN
TAHUN 2013

Ditujukan kepada Kepala Sekolah SD, SMP, SMA dan SMK Negeri dan Swasta di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan untuk mengunduh file Form Profil Sekolah /Pendataan Aset ( download disini ).

Mengapa Doa Tidak Dikabulkan?

  1. Kalian mengaku beriman kepada Allah, tetapi kalian enggan memenuhi hak-hak-Nya.
  2. Kalian suka membaca Al-Qur’an, tetapi enggan mengamalkan isinya.
  3. Kalian tahu bahwa setan itu musuh kalian yang nyata, tetapi kalian tetap mentaati dan menyetujui ajakannya.
  4. Kalian mengaku sebagai umat Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, tetapi kalian enggan melaksanakan sumah-sunah beliau.
  5. Kalian mendambakan surga, tetapi kalian enggan mengerjakan amal-amal yang dapat memasukkan kalian ke surga.
  6. Kalian menginginkan selamat dari siksa neraka, tetapi apa yang kalian lakukan adalah perbuatan-perbuatan yang menyebabkan masuk neraka.
  7. Kalian mengetahui bahwa maut itu sesuatu yang pasti, tetapi kalian enggan mempersiapkan bekal-bekalnya.
  8. Kalian gemar meneliti aib orang lain, tetapi aib diri kalian sendiri tak pernah kalian teliti.
  9. Kalian memakan dan menikmati pemberian Allah, tetapi kalian enggan mensyukurinya.
  10. Kalian biasa memakamkan jenazah teman-teman kalian, tetapi kalian tak mau mengambil pelajaran dari pemakaman itu.

Adab wanita keluar rumah

Apa yang ditanyakan oleh ukhti Haya sebenarnya adalah sama sja dengan adab wanita keluar rumahnya, baik untuk shalat ke Masjid, menuntut ilmu maupun sekedar ke pasar atau ke warung, yaitu:

  1. Tidak boleh memakai wangi-wangian
    “Apabila perempuan keluar ke masjid, maka hendaklah ia mandi (membersihkan diri) dari wewangian sebagaimana ia mandi dari janabat.” (Hr. Nasa’i dari Abu Hurairah) sisi pendalilannya ialah ke masjid saja tidak boleh memakai wewangian, apalagi ke tempat-tempat lainnya.
  2. Menutup aurat sesuai syara’/syar’i (lihat surat Annur 31 dan Al-Ahzab 59)
  3. Tidak boleh safar, kecuali bila bersama mahram
    “Tidak halal bagi perempuan melakukan safar kecuali bersama mahramnya.” (Hr. Muslim dari Abu Hurairah)
    . Para ulama berselisih pendapat tentang ukuran perjalanan yang dikategorikan termasuk safar. menurut Ust. Abdulhakim yang rajih adalah pendapat yang mengatakan bahwa safar itu adalah perjalanan yang menurut kebiasaannya orang membawa bekal, keluar dari wilayah kotanya, dan kadang menginap (tidak PP), bukan perjalanan yang biasa dilakukan (rutinitas harian). bisa juga lihat keterangan syaikh Albani yang juga berpendapat seperti ini dalam silsilah hadis shahih.Jadi selama perjalanannya itu tidak termasuk kategori safar, maka seorang perempuan boleh pergi tanpa didampingi mahramnya. tapi bila sudah termasuk kategori safar maka tidak halal baginya kecuali bersama mahram. Wallahu A’lam Bishshowab.

Penyakit dan Obat pada Lalat

Nabi Bersabda, “Apabila seekor lalat masuk ke dalam minuman salah seorang kalian, maka celupkanlah ia, kemudian angkat dan buanglah lalatnya sebab pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya ada obatnya (HR. Bukhari, Ibn Majah, dan Ahmad)
Dalam rwayat lain: “Sungguh pada salah satu sayap lalat ada racun dan pada sayap lainnya obat, maka apabila ia mengenai makananmu maka perhatikanlah lalat itu ketika hinggap di makananmu, sebab ia mendahulukan racunnya dan mengakhirkan obatnya” (HR. Ahmad, Ibn Majah)

Diantara mu’jizat kenabian Rasulullah dari aspek kedokteran yang harus ditulis dengan tinta emas oleh sejarah kedokteran adalah alat pembuat sakit dan alat pembuat obat pada kedua sayap lalat sudah beliau ungapkan 14 abad sebelum dunia kedokteran berbicara. Dan penyebutan lalat pada hadits itu adalah bahwa air tetap suci dan bersih jika dihinggapi lalat yang membawa bakteri penyebab sakit kemudian kita celupkan lalat tersebut agar sayap pembawa obat (penawarnya) pun tercelup ke air.

Dan percobaan ilmiah kontemporer pun sudah dilakukan untuk mengungkapkan rahasia di balik hadits ini. Bahwasannya ada kekhususan pada salah salah satu sayapnya yang sekaligus menjadi penawar atau obat terhadap bakteri yang berada pada sayap lainnya. Oleh karena itu, apabila seekor lalat dicelupkan ke dalam air keseluruhan badannya, maka bakteri yang ada padanya akan mati, dan hal ini cukup untuk menggagalkan “usaha lalat” dalam meracuni manusia, sebagaimana hal ini pun telah juga ditegaskan secara ilmiah. Yaitu bahwa lalat memproduksi zat sejenis enzim yang sangat kecil yang dinamakan Bakter Yofaj, yaitu tempat tubuhnya bakteri. Dan tempat ini menjadi tumbuhnya bakteri pembunuh dan bakteri penyembuh yang ukurannya sekitar 20:25 mili mikron. Maka jika seekor lalat mengenai makanan atau minuman, maka harus dicelupkan keseluruhan badan lalat tersebut agar keluar zat penawar bakteri tersebut. Maka pengetahuan ini sudah dikemukakan oleh Nabi kita Muhammad sallallahu ‘alaihi wasallam dengan gambaran yang menakjubkan bagi siapapun yang menolak hadits tentang lalat tersebut.

Dr. Amin Ridha, Dosen Penyakit Tulang di Jurusan Kedokteran Univ. Iskandariyah, telah melakukan penelitian tentang “hadits lalat ini” dan menegaskan bahwa di dalam rujukan-rujukan kedokteran masa silam ada penjelasan tentang berbagai penyakit yang disebabkan oleh lalat. Dan di zaman sekarang, para pakar penyakit yang mereka hidup berpuluh-puluh tahun, baru bisa mengungkap rahasia ini, padahal sudah dibongkar informasinya sejak dahulu. Yaitu kurang lebih 30-an tahun yang lalu mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri obat berbagai penyakit yang sudah kronis dan pembusukan yang sudah menahun adalah dengan lalat.

Berdasarkan hal ini, jelaslah bahwa ilmu pengetahuan dalam perkembangannya telah menegaskan penjelasannya dalam terori ilmiah sesuai dengan hadits yang mulia ini. Dan mukjizat ini sudah dikemukakan semenjak dahulu kala, 14 abad yang silam sebelum para pakar kedokteran mengungkapkannya baru-baru ini. ( www.islamicmedicine.org )


RUQYAH

Ruqyah bisa dilakukan sendiri. Untuk lebih lengkapnya ukhti bisa merujuk pada kitab “Doa & Wirid mengobati Guna-guna dan Sihir Menurut Al Qur’an dan As Sunnah”

Penyusun Kitab: Yazid Abdul Qadir Jawas. Terbitan Pustaka Imam Syafi’i. tentang Ruqyah ada di Bab pendahuluan (bagian ruqyah) hal 245.

Hakikat Kesurupan dan Cara Penyembuhan Sihir

Diantara cara menyembuhkan sihir menurut syariat :
Mengeluarkan benda yang digunakan untuk mensihir, dengan cara yang terbaik dan manjur. Cara mengetahui tempat sihir : diperlihatkan lewat mimpi, lewat petunjuk jin saat diruqyah.

Berbekam, ‘Barangsiapa yang berbekam pada tanggal 17, 19 dan21 dari bulan Hijriah, maka bisa menjadi obat dari segala penyakit’ [HR Abu Dawud, dihasankan Syaikh Al Albani]

Menggunakan obat-obatan yang mubah, seperti memakan 7 kurmaajwah, air putih yang dibacakan surat muawidzatain, tujuh lembar daun bidara yang ditumbuk, air zam-zam, habbatus sauda/jintan hitam.

Ruqyah yang syar’i , dengan membacakan : ayat kursi, surat AlKafirun, Al Ikhlas, Al Falaq, An Nas, Al Baqarah 102, Al A’raaf 117-119, Yunus 78-82, Thaha 65-69. Syarat ruqyah : * tidak mengandung unsure syirik atau maksiat seperti berdo’a kepada selain Allah, tidak meyakini bahwa ruqyah-lah yang membuat dia sembuh, akan tetapi semuakarena izin Allah, menggunakan bahasa Arab atau yang dipahami maknanya.
Pada dasarnya semua isi Al Qur’anul Karim adalah sempurna dan baik untuk pengobatan.

Diringkas dari Peredam Makar Setan, Darul Haq.