Adab wanita keluar rumah

Apa yang ditanyakan oleh ukhti Haya sebenarnya adalah sama sja dengan adab wanita keluar rumahnya, baik untuk shalat ke Masjid, menuntut ilmu maupun sekedar ke pasar atau ke warung, yaitu:

  1. Tidak boleh memakai wangi-wangian
    “Apabila perempuan keluar ke masjid, maka hendaklah ia mandi (membersihkan diri) dari wewangian sebagaimana ia mandi dari janabat.” (Hr. Nasa’i dari Abu Hurairah) sisi pendalilannya ialah ke masjid saja tidak boleh memakai wewangian, apalagi ke tempat-tempat lainnya.
  2. Menutup aurat sesuai syara’/syar’i (lihat surat Annur 31 dan Al-Ahzab 59)
  3. Tidak boleh safar, kecuali bila bersama mahram
    “Tidak halal bagi perempuan melakukan safar kecuali bersama mahramnya.” (Hr. Muslim dari Abu Hurairah)
    . Para ulama berselisih pendapat tentang ukuran perjalanan yang dikategorikan termasuk safar. menurut Ust. Abdulhakim yang rajih adalah pendapat yang mengatakan bahwa safar itu adalah perjalanan yang menurut kebiasaannya orang membawa bekal, keluar dari wilayah kotanya, dan kadang menginap (tidak PP), bukan perjalanan yang biasa dilakukan (rutinitas harian). bisa juga lihat keterangan syaikh Albani yang juga berpendapat seperti ini dalam silsilah hadis shahih.Jadi selama perjalanannya itu tidak termasuk kategori safar, maka seorang perempuan boleh pergi tanpa didampingi mahramnya. tapi bila sudah termasuk kategori safar maka tidak halal baginya kecuali bersama mahram. Wallahu A’lam Bishshowab.

Tagged:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s