Shaf Dalam Sholat

Ya Akhi Ukhti, janganlah kita keliru memahami penjelasan, karena jama’ah shalat yang tidak rapih shaffnya, seperti yang antum ceritakan, tetap SHAH shalatnya, hanya menurut Imam Ibnu Hazm, sang Imam berdosa karena tidak berusaha menyempurnakan dan menegakkan shaff sebelum bertakbir. Mungking solusinya tetap harus diadakan ta’lim khusus tentang ini atau secara singkat (sebelum takbir), dengan menukil penjelasan-penjelasan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, seperti riwayat –

Dari ‘Abdullah ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Barangsiapa menyambung shaff, maka Allah akan sambung dia; namun barangsiapa yang memutuskan shaff, maka Allah akan putuskan dia (akan rahmat-Nya).”

(HR. Abu Dawud, dalam Sunannya : 1549)

Atau riwayat dari Al-Bara’ ibnu ‘Azib, katanya, Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meluruskan shaff (barisan) dari sisi ke sisi meratakan dada kami, bahu-bahu kami dan bersabda, “Janganlah kalian berselisih, karena akan berselisih hati-hati kalian!” Dan beliau pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah dan Malaikatnya bershalawat atas shaff-shaff yang pertama.”

HR. Abu Dawud, Sunan no.664; An-Nasa’iy, Sunan (Al-Mujtaba) no.811 (2/89). Syaikh Salim Al-Hilaliy menyatakan sanadnya SHAHIH

Atau berita ghaib tentang menyempilnya syaithan seperti kambing hitam kecil disela-sela shaff yang renggang kepada para jama’ah shalat sebelum bertakbir dengan lemah lembut dan tidak terlalu memaksakan, serahkan hasil usaha antum kepada Allah. Karena ummat Islam sekarang ini kebanyakan tidak tahu dan keras kepala bila kita menyampaikan dengan kasar. Wallahu a’lamu. Sebagai informasi tambahan ada riwayat sebagai berikut :

Imam Al-Bukhari menulis, dalam Shahihnya, Bab Menempelkan Bahu dengan Bahu dan Tepi Kaki dengan Tepi Kaki Lainnya Dalam Barisan Shalat, Berkata Nu’man bin Basyir, “Aku melihat masing-masing orang dari kami menempelkan mata kakinya ke mata kaki kawannya.”

HR. Al-Bukhari secara Mu’allaq namun dengan lafazh Jazm (Tegas) dalam Shahih-nya. Dan sanadnya disambung oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqalaniy [773-852H], dalam Taghliqut-Ta’liq (2/302). SHAHIH.

Dikeluarkan juga oleh Al-Bazzar dalam Musnad-nya no.3285 (8/229-230) dengan sanad bersambung kepada An-Nu’man radhiyallahu ‘anhuma

Al-Bazzar berkata, mengabarkan kepada kami Al-Fahm ibnu ‘Abdir-rahman, katanya, mengabarkan kepada kami ‘Abdullah ibnu Numair, katanya, mengabarkan kepada kami Zakariyya, dari Husain ibnu Al-Harits Abi Al-Qasim, katanya, Aku mendengar An-Nu’man ibnu Basyir radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadap wajahnya kepada kami (ketika hendak shalat) dan bersabda,

“Tegakkanlah shaff-shaff kalian (3x), hendaklah kalian benar-benar menegakkan shaff atau Allah akan menjadikan perselisihan di antara wajah-wajah kalian.” Maka sungguh-sungguh aku menyaksikan seorang lelaki dari kami menempelkan bahunya dengan bahu temannya, lututnya dengan lutut temannya dan mata kakinya dengan mata kaki temannya.”

Semoga bermanfaat, dan tegak As-Sunnah oleh kita semua dengan pemahaman para salafush-Shalih.

Tagged: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s